Tuesday, August 26, 2008

Always check-in

... before leaving for the airport!

Kemarin, taxi yang seharusnya mengantar aku dari rumah ke airport jam 7, telat datang 10 menit. Cukup bikin panik. Aku sampai di airport jam 7.30 sedangkan pesawatnya dijadwalkan berangkat (bukan boarding) jam 7.55. Begitu tiba, aku langsung check-in lewat mesin check-in otomatis, karena aku tak ada bagasi. Rupanya, karena jam terbang sudah kurang dari 30 menit dan aku belum check-in, aku "dianggap" tidak akan naik pesawat dan kursiku diberikan ke orang lain. Mesin otomatis itu kasih tau kalau aku langsung ditransfer standby ke penerbangan ke SF selanjutnya, jam 10.30.

Aku panik. Jalur pemeriksaan X-ray yang biasanya lumayan kosong jam 6 sore, kali ini lumayan ada banyak orang. Tapi aku masih lolos dalam 5 menit. Langsunglah aku lari-lari ke boarding gate yang lumayan jauh, melewati terowongan panjang. Begitu tiba di gate, aku lihat semua orang sudah boarding kecuali orang-orang yang tidak dapat tempat duduk. Di layar monitor tertulis pesawat sudah penuh. Kecewa dan menyesal deh saya.
Di penerbangan jam 10.30 ada banyak sekali orang yang standby (menunggu dapat tempat duduk). Untunglah aku ada status di United setelah terbang sekian banyak, urutan ku di waiting list itu adalah nomer 1 dari 35 orang. Dan akhirnya aku dapat tempat duduk di pesawat itu, meski di baris paling belakang dan tak dapat bantal ataupun selimut.

Waktu aku masuk pesawat aku sudah lumayan tenang, tidak sedih lagi. Orang yang duduk di sebelahku ini begitu ramah, buat aku berterima kasih. Sebenarnya tempat dudukku di bagian dalam dekat jendela. Karena dia punya anak kecil, dia lebih suka tempat di dekat jendela, jadi dia tanya apa aku tidak keberatan duduk di aisle. Tentu saja aku lebih suka tempat itu! Aku taruh tasku di bawah kursi depanku. Melihat itu, dia menawarkan untuk menaruh tas itu di kursi depan anaknya, karena tempat itu kosong (anaknya kan masih kecil jadi kakinya tidak sampai situ dan dia tidur melentang sepanjang perjalanan). Tawarannya benar-benar baik, tapi aku tidak terganggu dengan tasku di dekat kaki, jadi aku tolak. Tapi benar-benar ramah ya dia!

Pelajaran hari ini:
1. Perlu check-in di rumah sebelum berangkat ke airport
2. Boleh kasih ramah tamah kepada orang lain, meski tak kenal. Lewat hal-hal yang kecil, kita bisa beri berkat ke orang lain :)

No comments: